Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi resmi meluncurkan program literasi digital yang menyasar sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program ini mencakup pelatihan guru, penyediaan modul ajar berbasis digital, serta pendampingan teknis penggunaan perangkat di kelas.
Pejabat kementerian menyebut program ini sebagai upaya menutup kesenjangan akses teknologi antara sekolah di perkotaan dan daerah terpencil.
Sejumlah kepala sekolah menyambut baik inisiatif tersebut, meski berharap adanya dukungan infrastruktur internet yang lebih memadai di wilayah masing-masing.
Leave a Reply