Teknologi

SpaceX Jadwalkan Uji Coba Orbit Roket Starship pada 28 September

SpaceX Jadwalkan Uji Coba Orbit Roket Starship pada 28 September

Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, menetapkan jadwal baru peluncuran roket Starship untuk mengorbit pada 28 September mendatang. Melalui misi ini, mereka berencana menambahkan satelit Starlink V3 ke jaringan internet perusahaan untuk pertama kalinya.

Jadwal dan Detail Peluncuran SpaceX Starship

SpaceX menetapkan jendela waktu peluncuran selama 75 menit yang dimulai pukul 08:15 pagi waktu setempat untuk roket Starship Flight 14. Perusahaan sebelumnya merencanakan jadwal peluncuran pada 22 September 2026.

Selain itu, pihak SpaceX tidak merinci alasan pemilihan tanggal 28 September tersebut. Mereka menegaskan bahwa pelaksanaan rencana ini masih menunggu lampu hijau dari regulator.

“Saat ini, kami menargetkan untuk meluncurkan Starship Flight 14 paling cepat pada Senin, 28 September, dengan syarat mendapat persetujuan dari pihak berwenang,” tulis SpaceX dalam akun resminya di X pada Jumat (18/9).

Persiapan Menuju Penerbangan Komersial

Uji coba penerbangan roket Starship sebelumnya hanya bersifat suborbital. Langkah tersebut perusahaan ambil guna memaksimalkan keselamatan publik sekaligus memberikan ruang belajar yang luas.

Mengutip Engadget, SpaceX menjelaskan bahwa peluncuran kali ini berfungsi sebagai langkah lanjutan. Perusahaan mempersiapkan roket tersebut menghadapi penerbangan komersial di masa depan sekaligus memastikan kemampuan penggunaannya kembali.

Misi Penebaran Satelit Starlink V3

Selama uji coba berlangsung, operator akan menerbangkan Starship setinggi 171 mil atau sekitar 275 kilometer di atas planet Bumi. Roket ini mengelilingi Bumi sebanyak enam kali dalam kurun waktu 10 jam.

Bagian upper stage roket kemudian melepaskan 26 satelit Starlink V3 ke dalam jaringan SpaceX. Berbeda dari uji coba sebelumnya yang hanya membakar satelit di atmosfer, satelit pada penerbangan kali ini beroperasi untuk melayani pelanggan.

Satelit Starlink V3 diklaim mampu mendukung kecepatan unduh hingga 1Tbps serta kecepatan unggah 160Gbps. Kecepatan unduh tersebut 10 kali lipat lebih besar dari satelit V2, sementara kecepatan unggahnya meningkat 22 kali lipat dari pendahulunya.

Rencana Pendaratan dan Siaran Langsung

SpaceX memutuskan tidak menggunakan lengan mekanis pada menara peluncuran untuk menangkap roket kembali pada penerbangan ini. Booster Super Heavy milik Starship mendarat di perairan Teluk Meksiko beberapa menit setelah meluncur.

Sementara itu, bagian atas roket yang mengorbit pada planet Bumi jatuh ke Samudra Pasifik di dekat perairan Chili setelah menyelesaikan misi. Masyarakat dapat menyaksikan peluncuran roket Starship melalui siaran langsung dari akun X milik SpaceX pada 28 September mendatang.

Leave a Reply